Kota Tangerang
Office, ruko, retail, logistics dan commercial network untuk berbagai area Kota Tangerang.
Instalasi jaringan untuk kantor, perusahaan, sekolah, kampus, klinik, ruko, retail, cafe dan tempat usaha di Tangerang. Mulai dari LAN, structured cabling, access point, router, switch, MikroTik hingga backbone antar lantai atau antar gedung sesuai kebutuhan project.

Tangerang memiliki karakter kebutuhan yang beragam. Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang dapat membutuhkan pendekatan berbeda untuk office, commercial, logistics, warehouse maupun industrial business network.
Office, ruko, retail, logistics dan commercial network untuk berbagai area Kota Tangerang.
Office, corporate, co-working, retail dan commercial space dengan fokus Serpong, BSD dan sekitarnya.
Warehouse, logistics, factory office, distribution dan multi-building network sesuai kebutuhan site.
Kirim alamat lengkap dan jenis lokasi agar kebutuhan onsite dapat dipetakan lebih cepat.
Kondisi setiap lokasi berbeda. Tentukan kebutuhan yang paling mendekati project Anda sebelum menentukan perangkat, jalur kabel atau konfigurasi jaringan.
Untuk kantor, ruko, gedung atau lokasi baru yang membutuhkan rancangan jaringan dari awal.
Penambahan jalur jaringan untuk komputer, printer, access point, CCTV atau perangkat IP.
Untuk area dengan blank spot, sinyal lemah atau koneksi tidak stabil di beberapa ruangan.
Pengecekan jalur internet, router, perangkat jaringan dan kondisi koneksi sebelum menentukan tindakan.
Mapping ulang titik, jalur kabel, rack, access point dan perangkat saat kantor berpindah atau direnovasi.
Untuk jaringan lama yang perlu ditambah kapasitas, diperbarui perangkatnya atau dirapikan topologinya.
Perapihan patch cord, switch, router, labeling dan jalur kabel agar lebih mudah dikelola.
Untuk kebutuhan koneksi multi-ISP dengan rancangan load balancing atau failover sesuai topology.
Gangguan dapat berasal dari kabel, konfigurasi IP, router, switch, access point, kapasitas user atau struktur jaringan existing. Diagnosis dilakukan sebelum menentukan tindakan.
Koneksi yang tidak stabil dapat berkaitan dengan perangkat jaringan, konfigurasi, jalur kabel, access point maupun koneksi dari ISP.
Kabel, konektor, patch panel, switch port dan konfigurasi IP perlu diperiksa untuk menemukan titik gangguan.
Posisi access point, layout bangunan, dinding, channel dan jumlah pengguna dapat memengaruhi area jangkauan WiFi.
Penggunaan bandwidth yang tidak terkontrol dapat membuat sebagian user atau aplikasi menggunakan kapasitas jaringan secara berlebihan.
Pengaturan DHCP, static IP atau perangkat dengan konfigurasi yang sama dapat menyebabkan konflik alamat pada jaringan.
Jumlah port, kapasitas switch dan kebutuhan ekspansi perlu diperhitungkan ketika perangkat jaringan terus bertambah.
Backbone, jenis kabel, perangkat aktif dan desain topologi dapat memengaruhi komunikasi antar lantai atau area.
Jalur tanpa labeling dan dokumentasi membuat troubleshooting, maintenance serta pengembangan jaringan lebih sulit.
Satu access point belum tentu cukup untuk banyak pengguna sehingga kapasitas dan distribusi AP perlu diperiksa.
Patch cord, switch, router dan perangkat yang tidak tertata dapat menyulitkan identifikasi saat terjadi masalah.
Jangan langsung mengganti perangkat. Identifikasi dulu sumber masalah, topology existing dan kondisi jalur sebelum menentukan solusi.
Kirim kondisi jaringan, jumlah user, lokasi dan gejala yang terjadi. Scope pengecekan dapat ditentukan dari informasi awal tersebut.
Desain jaringan kantor, commercial space, warehouse, logistics, factory office dan retail tidak selalu sama. Jumlah user, jenis perangkat, layout, jumlah area dan pola penggunaan perlu dipetakan terlebih dahulu.
Infrastruktur jaringan untuk staff, meeting room, printer, server, WiFi, CCTV dan perangkat operasional kantor di Tangerang.
Jaringan untuk banyak user, divisi, perangkat, server dan kebutuhan segmentasi yang lebih terstruktur.
Jaringan untuk admin, POS, printer, CCTV, WiFi dan perangkat transaksi pada ruko, toko dan retail.
Jaringan untuk banyak pengguna, meeting area, access point, guest WiFi dan kebutuhan bandwidth dinamis.
Office LAN dan wireless coverage untuk scanner, CCTV, access point, switch dan perangkat IP pada area gudang.
Jaringan untuk office, distribution area, scanner, CCTV, WiFi dan perangkat operasional logistik.
Infrastruktur jaringan untuk office dan area pendukung pabrik tanpa mengklaim scope industrial automation atau OT.
LAN dan WiFi untuk administrasi, ruang belajar, trainer, staff dan perangkat presentasi.
Jaringan untuk front desk, administrasi, workstation, printer, WiFi, CCTV dan perangkat IP pendukung.
Koneksi untuk POS, back office, WiFi pelanggan, CCTV, printer dan internet gateway.
Standardisasi LAN, router, switch, access point, IP plan dan dokumentasi untuk beberapa lokasi bisnis.
Jaringan untuk office unit, shared area, access point, backbone dan perangkat IP pada bangunan komersial.
Infrastruktur kantor dapat menghubungkan user, printer, server, NAS, access point, CCTV dan perangkat lain ke topology yang lebih mudah dikembangkan.
LAN dan WiFi untuk workstation, laptop dan perangkat kerja staf.
Koneksi untuk meeting, presentation device dan kebutuhan kolaborasi.
Koneksi wired untuk server, NAS atau perangkat penyimpanan jaringan.
Jaringan untuk workstation, printer, telepon IP atau perangkat pelayanan.
Akses WiFi tamu yang dapat dipisahkan dari jaringan internal bila diperlukan.
Koneksi untuk perangkat IP lain seperti CCTV atau access control.
Contoh kantor dengan 5–15 user dan topology yang relatif sederhana.
Contoh kantor 15–50 user dengan beberapa switch, access point atau area kerja.
Contoh kebutuhan 50+ endpoint atau beberapa area dengan backbone dan distribusi switch.
Office, co-working, retail dan commercial space di Tangerang Selatan dapat membutuhkan LAN, WiFi, managed switch, guest network dan backbone yang mengikuti jumlah user, tenant, area dan pola penggunaan.
LAN, managed switch, WiFi dan network distribution untuk office, corporate workspace atau tenant bisnis.
Jaringan untuk banyak pengguna, guest access, meeting room dan access point dengan kapasitas yang dipetakan.
Koneksi untuk POS, printer, back office, CCTV, WiFi dan perangkat transaksi pada area komersial.
Backbone, rack dan access switch dapat dirancang untuk office atau bangunan dengan beberapa lantai atau area.
Gudang dan operasi logistik dapat membutuhkan office LAN, warehouse WiFi, scanner, CCTV, managed switch, access point dan backbone yang stabil antar area.
Koneksi wired untuk workstation, printer, server/NAS dan perangkat administrasi pada area gudang atau logistics office.
Coverage wireless untuk scanner, tablet, laptop dan perangkat operasional yang membutuhkan mobilitas.
Network distribution untuk kamera, NVR dan perangkat IP lain sesuai topology serta kapasitas switch.
Distribusi koneksi antara office, rack, warehouse zone dan access layer sesuai kondisi site.
Fokus RaniTech pada network infrastructure sisi office dan business support: LAN, WiFi, managed switch, CCTV network, rack dan backbone. Tidak mengklaim industrial automation atau OT engineering.
LAN dan WiFi untuk administrasi, staff, workstation, printer dan kebutuhan office pada site industri.
Distribusi network menggunakan rack, patch panel dan managed switch sesuai jumlah endpoint serta backbone.
Koneksi untuk CCTV dan perangkat IP pendukung sesuai topology; tidak otomatis mencakup sistem OT atau industrial automation.
Backbone dapat menghubungkan office dan area atau bangunan lain berdasarkan jarak, jalur dan kebutuhan kapasitas.
Scope dapat dimulai dari pekerjaan fisik seperti tarik kabel dan rack, kemudian dilanjutkan konfigurasi router, switch, WiFi serta network control sesuai kebutuhan project.
Pekerjaan jaringan pada sisi kabel, terminasi dan distribusi titik.
Perangkat aktif dan infrastruktur utama untuk distribusi jaringan.
Konfigurasi gateway, segmentasi dan kontrol trafik sesuai kebutuhan.
Pengecekan dan pengembangan jaringan existing setelah instalasi.
Tidak semua project membutuhkan seluruh layanan. Scope ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi jaringan aktual.
Jaringan yang mudah dikelola tidak hanya bergantung pada perangkat aktif. Jalur kabel, terminasi, patch panel, labeling dan dokumentasi juga menentukan kualitas infrastruktur.
Printer, access point, CCTV, server, NAS, POS dan spare port juga dapat membutuhkan koneksi jaringan.
Contoh perhitungan, bukan jumlah titik project aktual.
Port tambahan dapat dibutuhkan untuk printer, AP, server, CCTV maupun kebutuhan ekspansi berikutnya.
Router, switch, access point dan endpoint sebaiknya tidak dipasang tanpa alur yang jelas. Topology membantu memetakan fungsi setiap bagian jaringan.
LAN, WiFi dan fiber optic bukan pilihan yang selalu saling menggantikan. Ketiganya dapat digunakan bersama dalam satu topology.
Koneksi kabel untuk perangkat fixed yang membutuhkan koneksi jaringan konsisten.
Akses wireless untuk user dan perangkat yang membutuhkan mobilitas di dalam area kerja.
Media backbone untuk distribusi antar lantai, antar area atau jalur tertentu sesuai kebutuhan.
Dalam satu project, LAN dapat digunakan untuk fixed endpoint, WiFi untuk mobilitas user, sedangkan fiber optic dapat digunakan sebagai backbone pada jalur tertentu.
Konfigurasi MikroTik mengikuti topology, jumlah koneksi internet, user, perangkat dan kebutuhan jaringan operasional.
Menggunakan dua ISP tidak otomatis berarti kecepatan keduanya menjadi satu bandwidth gabungan. Metode routing perlu disesuaikan dengan tujuan dan topology.
Untuk satu koneksi internet dengan gateway, DHCP dan pengaturan trafik dasar.
Koneksi kedua dapat digunakan sebagai jalur cadangan ketika skenario failover diperlukan.
Traffic dapat dirancang menggunakan lebih dari satu ISP sesuai topology dan kebutuhan operasional.
Kelompok perangkat dapat dipisahkan berdasarkan fungsi apabila perangkat dan topology mendukung.
Kirim jumlah ISP, topology existing, perangkat dan kebutuhan jaringan agar scope konfigurasi dapat dipetakan lebih dulu.
Multi-ISP perlu dirancang berdasarkan tujuan penggunaan, prioritas koneksi, pola traffic dan kebutuhan continuity jaringan.
Dua ISP tidak otomatis berubah menjadi satu koneksi dengan total kecepatan gabungan. Hasil bergantung pada metode routing, session dan traffic yang digunakan.
Satu koneksi internet digunakan sebagai jalur utama untuk jaringan.
Koneksi kedua dipersiapkan sebagai jalur cadangan ketika koneksi utama tidak dapat digunakan.
Traffic dapat didistribusikan melalui lebih dari satu koneksi berdasarkan metode routing yang sesuai.
Distribusi traffic dikombinasikan dengan jalur cadangan untuk kebutuhan operasional tertentu.
Jumlah user, layout, obstacle, kapasitas access point, posisi perangkat, channel dan backhaul ikut menentukan kualitas WiFi kantor.
Access point tidak sebaiknya ditempatkan hanya berdasarkan lokasi yang paling mudah dipasang.
Area coverage menjadi dasar awal sebelum menentukan jumlah dan posisi access point.
Pembagian ruang, koridor dan posisi pengguna memengaruhi distribusi access point.
Dinding, kaca, furniture dan struktur bangunan dapat memengaruhi propagasi sinyal.
Coverage yang luas belum tentu cukup jika terlalu banyak user terhubung ke satu access point.
Satu user dapat menggunakan lebih dari satu perangkat secara bersamaan.
Access point membutuhkan jalur uplink yang sesuai ke jaringan utama.
Gedung bertingkat membutuhkan perencanaan distribusi, backbone, switch, rack dan endpoint yang berbeda dengan jaringan satu ruangan.
Titik distribusi utama tempat core network atau rack utama ditempatkan.
Titik distribusi pada lantai atau area tertentu yang terhubung ke jaringan utama.
Jalur utama yang menghubungkan distribusi jaringan antar lantai atau area.
Switch, LAN point dan access point yang melayani perangkat pengguna.
Untuk kantor, sekolah, kampus atau beberapa bangunan dalam satu area, koneksi antar gedung dapat menggunakan media berbeda sesuai jarak, jalur fisik, kapasitas dan kondisi lingkungan.
Dapat dipertimbangkan pada jalur dan jarak tertentu apabila kondisi fisik serta kebutuhan jaringan sesuai.
Pilihan backbone untuk distribusi antar area atau gedung ketika kebutuhan jarak dan kapasitas mengarah ke fiber.
Dapat dipertimbangkan untuk kondisi tertentu ketika jalur kabel fisik sulit dan line-of-sight memungkinkan.
Untuk bisnis dengan office, branch, store atau warehouse di beberapa lokasi, standardisasi sisi onsite membantu deployment dan maintenance menjadi lebih mudah dipahami.
Format titik, patching, labeling dan endpoint dapat dibuat lebih konsisten antar lokasi.
Gateway, DHCP, subnet dan konfigurasi dasar dapat direncanakan dengan pola yang terdokumentasi.
SSID, access point dan guest access dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap cabang.
Device list, port mapping, network notes dan handover membantu pengelolaan beberapa lokasi.
Kirim jumlah lokasi dan kebutuhan dasarnya untuk membahas standard scope per cabang.
Perangkat dan jalur existing dapat direview untuk kantor pindah, renovasi, perluasan gudang atau penambahan area agar bagian yang dipertahankan dan di-upgrade lebih jelas.
Inventarisasi perangkat dan mapping ulang jaringan sebelum dipindahkan ke lokasi baru.
Penyesuaian jalur, titik dan perangkat ketika layout kantor berubah.
Peningkatan kapasitas dan struktur jaringan existing tanpa selalu membangun ulang semuanya.
Informasi lokasi membantu memperkirakan jalur, kebutuhan titik, perangkat, material dan kompleksitas pekerjaan sebelum instalasi dimulai.
Informasi awal dapat membantu mempercepat mapping kebutuhan sebelum kunjungan.
Kirim alamat, jumlah lantai, estimasi user, titik dan foto area untuk membantu menentukan kebutuhan survey.
Requirement, jumlah titik, topology, perangkat dan material dapat dipetakan menjadi Bill of Quantity untuk membantu estimasi project.
Angka ini hanya contoh planning dan bukan quantity project aktual customer.
Punya estimasi user, titik atau layout? Kirim data awal untuk membantu mapping kebutuhan jaringan sebelum menentukan scope pekerjaan.
Kondisi existing perlu diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan apakah jaringan lebih tepat dibangun baru, ditingkatkan atau cukup diperbaiki.
Untuk kantor, ruko, gedung atau lokasi yang belum memiliki infrastruktur jaringan dan membutuhkan perencanaan dari awal.
Untuk jaringan existing yang masih digunakan tetapi membutuhkan peningkatan kapasitas, coverage atau struktur.
Untuk jaringan yang mengalami gangguan pada kabel, perangkat, konfigurasi atau distribusi koneksi.
Jalur kabel, termination, port, addressing dan connectivity perlu diperiksa kembali sesuai scope sebelum jaringan diserahkan.

Pengecekan koneksi dan termination menjadi bagian penting sebelum handover.
Mapping, labeling dan catatan dasar membantu customer memahami struktur jaringan saat maintenance atau pengembangan berikutnya.

Label dan port mapping memudahkan identifikasi perangkat serta jalur pada network rack.
Mapping port membantu mengidentifikasi endpoint dan koneksi pada switch atau patch panel.
Perangkat utama dicatat sesuai scope untuk membantu identifikasi jaringan setelah instalasi.
Alur koneksi utama dapat didokumentasikan agar struktur jaringan lebih mudah dipahami.
Catatan mengenai jalur, konfigurasi dan pekerjaan tertentu dapat disertakan sesuai scope.
Bentuk dan tingkat detail dokumentasi menyesuaikan skala serta scope project yang disepakati.
Harga berikut merupakan estimasi jasa mulai. Kondisi jalur, quantity, material dan complexity site dapat memengaruhi harga akhir.
Harga jasa mulai untuk terminasi satu kepala RJ45 pada kondisi kabel yang memungkinkan.
Harga jasa mulai untuk penarikan kabel pada jalur yang relatif mudah. Material dihitung terpisah.
Material dan pekerjaan tambahan mengikuti scope aktual.
Harga final ditentukan setelah quantity, jalur, kondisi site dan kebutuhan project diketahui.
Kirim jumlah titik, estimasi panjang kabel, lokasi dan foto jalur agar kebutuhan pekerjaan dapat dipetakan lebih awal.
Jalur kabel, material, jumlah lantai, perangkat dan kebutuhan konfigurasi ikut membentuk scope serta estimasi pekerjaan jaringan.
Jumlah endpoint, access point, switch dan perangkat lain memengaruhi volume pekerjaan.
Jenis kabel, konektor dan material pendukung disesuaikan dengan kebutuhan jalur.
Layout, plafon, ketinggian dan jumlah lantai dapat memengaruhi metode instalasi.
Scope router, VLAN, WiFi atau multi-ISP membutuhkan tingkat konfigurasi yang berbeda.
Coverage onsite mencakup Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan berbagai area Kabupaten Tangerang sesuai alamat project, jenis pekerjaan serta ketersediaan teknisi.
Alamat lengkap membantu menentukan coverage dan kebutuhan kunjungan teknisi.
Kirim alamat lengkap atau share lokasi untuk membantu pengecekan coverage layanan onsite.
Perangkat tidak dipilih hanya berdasarkan nama brand. Capacity, fitur, compatibility dan kebutuhan topology harus ikut dipertimbangkan.
Perangkat gateway dipilih berdasarkan kapasitas, fitur dan kebutuhan topology.
Switch dapat disesuaikan dengan jumlah port, PoE, VLAN dan kebutuhan uplink.
Access point mengikuti kebutuhan coverage, kapasitas user dan ekosistem jaringan.
Perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan routing, policy atau security gateway.
Pemilihan perangkat mengikuti kebutuhan project dan tidak menunjukkan hubungan kemitraan atau sertifikasi dengan brand tertentu.
Mulai dari kondisi rack, penarikan kabel, labeling, pemasangan access point sampai pengecekan jaringan.

Visual kondisi rack sebelum dilakukan penataan atau pengembangan jaringan.

Visual rack dengan patch cord dan perangkat yang lebih terorganisasi.

Visual proses penarikan kabel jaringan pada jalur plafon kantor.

Visual labeling kabel dan port untuk membantu proses identifikasi jaringan.

Visual pemasangan access point pada area kerja.

Visual pengecekan koneksi setelah instalasi jaringan.
Gambar pada bagian ini digunakan sebagai visual ilustrasi tahapan pekerjaan. Dokumentasi project asli RaniTech di Tangerang dapat menggantikan file visual pada path yang sama saat tersedia.
Fokus pekerjaan tidak hanya pada pemasangan kabel, tetapi juga kebutuhan, struktur jaringan, konfigurasi, testing dan proses handover sesuai scope.
Kebutuhan user, titik, jalur dan topology dipetakan sebelum instalasi dilakukan.
Pekerjaan fisik, perangkat dan konfigurasi dibedakan agar scope lebih mudah dipahami.
Jalur, terminasi, patching dan labeling dipertimbangkan untuk jaringan yang lebih terstruktur.
Router, switch dan access point dikonfigurasi sesuai kebutuhan topology dan perangkat.
Koneksi dan komponen sesuai scope diperiksa kembali sebelum handover.
Label dan catatan jaringan dapat disiapkan sesuai tingkat dokumentasi project.
Kondisi lokasi dapat diperiksa ketika kebutuhan project memerlukan pengecekan langsung.
Jaringan existing dapat direview untuk kebutuhan repair, relocation atau upgrade.
Pertanyaan mengenai harga, kabel LAN, MikroTik, WiFi, jaringan kantor, sekolah, klinik, ruko, backbone antar area, survey, 11 kecamatan Tangerang dan coverage layanan onsite.
Harga bergantung pada jumlah titik, panjang dan kondisi jalur kabel, perangkat, material serta kebutuhan konfigurasi. Pada halaman ini tersedia estimasi harga jasa mulai untuk beberapa pekerjaan umum.
Untuk jalur yang relatif mudah, estimasi jasa penarikan kabel dapat dimulai dari Rp8.000 per meter. Harga akhir mengikuti kondisi lokasi, quantity dan metode pemasangan.
Estimasi instalasi LAN basic dimulai dari Rp125.000 per titik dan structured cabling dimulai dari Rp175.000 per titik. Harga akhir dapat berubah mengikuti kondisi jalur dan material.
Jasa crimping satu kepala RJ45 pada kondisi kabel yang memungkinkan dimulai dari Rp25.000 per konektor. Minimum pekerjaan atau biaya kunjungan dapat berlaku.
Tidak selalu. Kabel, RJ45, keystone, faceplate, patch panel, ducting, rack dan perangkat dapat dihitung terpisah sesuai scope.
Minimum quantity atau minimum biaya kunjungan dapat berlaku terutama untuk pekerjaan kecil atau onsite service tertentu.
Bisa untuk kebutuhan gateway, DHCP, NAT, bandwidth management, VLAN, multi-ISP, load balancing atau failover sesuai topology dan scope.
Bisa dikonsultasikan. Dua ISP tidak otomatis membuat bandwidth menjadi satu; metode load balancing mengikuti topology, perangkat, ISP dan pola traffic.
Bisa untuk topology yang mendukung koneksi utama dan koneksi cadangan dengan rule failover yang sesuai.
Bisa apabila router, switch dan access point mendukung segmentasi yang dibutuhkan. Implementasi mengikuti topology dan scope aktual.
Bisa untuk pekerjaan structured cabling dan rack setup sesuai jumlah port, perangkat serta kebutuhan pengelolaan kabel.
Bisa apabila backbone fiber sesuai dengan jarak, kapasitas, jalur dan kebutuhan distribusi jaringan.
Bisa dipertimbangkan untuk kondisi tertentu ketika jalur kabel fisik sulit dan line-of-sight memungkinkan. Survey diperlukan sebelum menentukan media.
Testing yang dicantumkan pada halaman ini adalah cable, termination, port dan connectivity check sesuai scope. Certification test khusus hanya dinyatakan bila memang disepakati dan tersedia dalam scope project.
Bisa untuk office LAN, WiFi, router, switch, rack, server/NAS, guest network dan backbone sesuai kebutuhan lokasi.
Bisa dikonsultasikan untuk office LAN, warehouse WiFi, scanner, CCTV, access point, switch, backbone dan perangkat IP sesuai kondisi site.
Bisa. Perencanaan WiFi gudang mempertimbangkan layout, obstacle, tinggi area, user/device, posisi AP, PoE dan backhaul.
Bisa dikonsultasikan untuk office network, admin LAN, managed switch, WiFi, CCTV network, rack, fiber backbone dan inter-building link. Scope tidak otomatis mencakup industrial automation atau OT.
Bisa untuk standardisasi sisi onsite seperti LAN, router, switch, access point, SSID, IP plan, rack, point mapping dan dokumentasi per cabang sesuai scope.
Bisa dikonsultasikan untuk topology multi-floor termasuk MDF, IDF, switch per lantai, backbone dan distribusi endpoint.
Jumlah access point tidak dapat ditentukan hanya dari luas area. Layout, obstacle, jumlah user/device, kapasitas AP dan kebutuhan coverage juga perlu diperiksa.
Bisa dikonsultasikan untuk area Kota Tangerang sesuai alamat project, jenis pekerjaan dan ketersediaan teknisi.
Bisa dikonsultasikan untuk Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang dan Setu sesuai alamat serta scope.
Bisa dikonsultasikan untuk berbagai area Kabupaten Tangerang. Coverage onsite mengikuti alamat project, scope dan ketersediaan teknisi.
Area BSD dan Serpong dapat dikonsultasikan untuk office, commercial space, WiFi, LAN, MikroTik dan kebutuhan jaringan lainnya sesuai lokasi.
Area Karawaci dan Cipondoh dapat dikonsultasikan sesuai alamat project dan kebutuhan pekerjaan jaringan onsite.
Area Cikupa dan Balaraja dapat dikonsultasikan untuk kebutuhan office, gudang, logistics atau jaringan area bisnis sesuai scope aktual.
Bisa dikonsultasikan. Survey digunakan untuk memeriksa layout, existing network, jalur kabel, titik, perangkat, backbone dan kebutuhan material.
Durasi bergantung pada jumlah titik, panjang jalur, kondisi bangunan, jumlah teknisi, perangkat dan konfigurasi yang termasuk dalam scope.
Bisa. Jumlah titik, perangkat, jalur dan material sebaiknya dipetakan menjadi scope atau BoQ sebelum pengerjaan.
Bisa. Existing network dapat diaudit terlebih dahulu untuk menentukan bagian yang dipertahankan, dipindahkan, diperbaiki atau diganti.
Maintenance dan troubleshooting jaringan existing dapat dikonsultasikan berdasarkan kondisi serta scope perangkat.
Ceritakan kondisi kantor, sekolah, klinik, ruko, retail atau tempat usaha, jumlah user, estimasi titik dan kebutuhan jaringan Anda. RaniTech membantu memetakan apakah kebutuhan lebih sesuai untuk instalasi baru, upgrade, repair atau survey lebih lanjut.
Lokasi, jumlah user, estimasi titik, foto area dan kondisi existing dapat membantu proses konsultasi lebih cepat.